Thursday, May 16, 2019

BAB 7 (Mengenal Malaikat 7 Dan Tugasnya)

Mengenal Malaikat 7 dan Tugasnya

Iman kepada malaikat adalah rukun iman yang kedua. Malaikat
adalah makhluk gaib yang diciptakan Allah dari nur atau cahaya. Malaikat
merupakan makhluk yang taat terhadap seluruh perintah Allah. Mereka tidak
berjenis kelamin dan juga tidak mempunyai nafsu.

Membaca Al-Qur’an secara fasih dan tartil selama 5 sampai 10 menit

Surah Al-‘A¡r

Dengan nama Allah Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang.

1. Demi masa
2. Sungguh, manusia berada
dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang
beriman dan mengerjakan
kebajikan serta saling
menasihati untuk kebenaran
dan saling menasihati untuk
kesabaran.

Mukadimah
Indra biasa tidak dapat menangkap wujud malaikat karena kegaibannya.
Namun, manusia wajib mempercayai keberadaannya. Dalam Islam, percaya
kepada malaikat merupakan salah satu dari enam rukun iman. Malaikat lebih
dahulu diciptakan daripada manusia. Malaikat menempati di alam roh. Akan tetapi
mereka dapat turun ke alam dunia atas perintah Allah.
A. Pengertian Malaikat

Kata malaikat adalah jamak dari kata “malakun” yang artinya utusan.
Malaikat diciptakan dari nur atau cahaya. Malaikat adalah makhluk Allah
yang paling taat. Mereka selalu menjalankan perintah Allah dan tidak
pernah melanggar larangan-Nya. Sifatnya gaib tidak dapat dilihat dan
diraba oleh manusia. Dia patuh kepada Allah swt dan selalu bertasbih
menyebut asma (nama) Allah.
Malaikat itu bukan laki-laki dan bukan pula perempuan. Malaikat
mempunyai akal, tetapi tidak mempunyai nafsu. Malaikat tidak makan dan
minum. Ketaatan malaikat dijelaskan oleh Allah dalam ayat berikut ini.
Artinya:
“.... Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S.
At-Tahrim/66: 6).
Artinya:
“Allah menciptakan malaikat dari cahaya, menciptakan jin dari nyala
api, dan menciptakan Adam dari apa yang disifatkan (dijelaskan) kepada
kalian.” (H.R. Muslim No. 5314 dari Aisyah).

B. Nama-Nama Malaikat

Jumlah malaikat sangat banyak. Hanya Allah yang mengetahui
jumlahnya. Hal itu disebutkan dalam firman Allah berikut ini.
Artinya:

“... dan tidak ada yang mengetahui tentang bala tentara Allah (malaikat-
malaikat) melainkan hanya Dia sendiri ....” (Q.S. Al-Mudda££ir/74: 31).

Adapun nama malaikat yang wajib kita ketahui ada sepuluh.
1. Malaikat Jibril
2. Malaikat Mikail
3. Malaikat Izrail
4. Malaikat Israfil
5. Malaikat Munkar
6. Malaikat Nakir
7. Malaikat Rakib
8. Malaikat Atid
9. Malaikat Malik
10. Malaikat Ridwan
Nama lain dari Malaikat Jibril adalah Ruhul-Amin dan Ruhul-Qudus.
Nama lain dari Malaikat Malik adalah Zabaniyah.
C. Tugas-tugas Malaikat

Malaikat mempunyai tugas khusus dari Allah. Masing-masing dari
mereka mempunyai tugas yang berbeda. Secara umum tugas malaikat
dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Mencatat dan mengawasi seluruh perbuatan manusia.
2. Menyampaikan wahyu dari Allah kepada para nabi dan rasul.
3. Memintakan ampunan kepada hamba Allah yang bertobat

BAB 6 (Alqurán dan Surah Pendek)

Al-Qur’an Surah Pendek

Ibu Erna bertanya, ada berapakah surah dalam Al-Qur’an? Mereka
menjawab serentak, ada 114 surah. Ya benar, jumlah surah dalam Al-Qur’an
ada 114. Ada yang panjang dan yang pendek.
Ibu Erna kembali bertanya, surah apakah yang paling pendek? Surah
Al-Kau£ar, jawab Zaki. Ya benar, puji Ibu Erna kepada Zaki. Selain Surah

Al-Kau£ar, surah terpendek dalam Al-Qur’an adalah Surah Al-‘A¡r dan An-
Na¡r yang akan kita pelajari pada pelajaran ini.

Membaca Al-Qur’an secara fasih dan tartil selama 5 sampai 10 menit

Surah Al-Kau¡ar

Dengan nama Allah Yang Maha
Pengasih, Maha Penyayang Bismill±hir-ra¥m±nir-ra¥3m(i)
1. Sungguh, Kami telah
memberikanmu nikmat yang
banyak. Inn± a‘ ̄ain±kal-kau£ar(a)
2. Maka laksanakanlah salat
karena Tuhanmu dan
berkurbanlah (sebagai ibadah
dan mendekatkan diri kepada
Allah Fa¡alli lirabbika wan¥ar(a)
3. Sungguh orang-orang yang
membencimu dialah yang
terputus (dari rahmat Allah).

Mukadimah
Surah Al-Kau£ar diturunkan oleh Allah untuk menghibur Nabi Muhammad
saw. dari ejekan kaum musyrik. Kaum musyrik mengejek bahwa ajaran Nabi
Muhammad saw. akan terputus karena menganggap Nabi Muhammad tidak
mempunyai keturunan. Karena itu, Allah menurunkan Surah Al-Kau£ar untuk
membantah pemikiran yang salah dari kaum musyrikin.
Surah Al-Kau£ar merupakan surah terpendek dalam Al-Qur’an. Surah ini
merupakan tantangan terhadap orang-orang yang ragu terhadap kebenaran Al-
Qur’an dan menantang mereka untuk menyusun surah semacam Surah Al-Kau£ar
ini.

Sedangkan surah An-Na¡r menjelaskan, bahwa umat Islam telah berbondong-
bondong masuk agama Allah pada waktu Fathu Mekah. Tokoh Quraisy yang
masuk Islam pada waktu Fathu Mekah adalah Abu Sufyan.
Surah An-Na¡r ini meskipun ayatnya pendek, diturunkan di Mekah, tetapi
tergolong surah Madaniyah. Sebab diturunkan setelah Nabi Muhammad saw.
hijrah ke Madinah Selain kedua surah tersebut, juga akan dibahas tentang Surah Al-‘A¡r. Surah
ini menjelaskan arti pentingnya waktu. Bahkan semua orang akan merugi, kecuali
bagi orang beriman, beramal saleh dan yang dapat memanfaat waktunya dengan
baik.
A. Surah Al-Kau¡ar

Pembahasan Surah Al-Kau£ar berikut ini meliputi kegiatan menyimak
dan membaca, mengartikan per kata, terjemah lengkap dan penerapan
ilmu tajwid, serta penjelasan isi kandungannya.
1. Kegiatan Menyimak dan Membaca
Guru membimbing siswa cara melafalkan Surah Al-Kau£ar dengan
makhraj dan tajwid yang benar.
Siswa mendengarkan dan menyimak bacaan guru. Setelah itu, siswa
menirukan bacaannya ayat demi ayat. Bunyi bacaan Surah Al-Kau£ar
sebagai berikut:

Bismill±hir-ra¥m±nir-ra¥3m(i)
3. Membaca dan Mengartikan
Setelah kita membaca Surah Al-Kau£ar dengan baik dan mengartikan per
kata. Sekarang, mari kita baca kembali dan kita pelajari arti setiap ayatnya.
Dengan nama Allah Yang Maha
Pengasih, Maha Penyayang
1. Sesungguhnya Kami telah
memberikan kepadamu nikmat
yang banyak
2. Maka dirikanlah salat karena
Tuhanmu dan berkurbanlah
3. Sesungguhnya orang-orang yang
membenci kamu dialah yang
terputus
4. Penerapan Tajwid
Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk memelihara bacaan Al-
Qur’an dari kesalahan dan perubahan.
Lafal Bacaan Alasan

Gunnah
Nun bertanda baca tasydid atau
syaddah, cara membacanya adalah
berdengung

Mad badal

Mad badal pengganti hamzah, yaitu
tanda fathah berdiri dan dibaca dua
harakat atau ketukan
Izhar qamariyah Alif lam bertemu huruf kaf
Izhar halqi Nun sukun bertemu huruf ha’ dan
harus dibaca jelas bunyi nun sukunnya
Qalqalah sugra Terdapat huruf ba’ sukun, dibaca

berbunyi seperti membalik

5. Isi Kandungan

Surah Al-Kau£ar adalah surah yang ke-108, terdapat pada juz ke-
30 dan terdiri atas 3 ayat. Surah Al-Kau£ar tergolong surah Makkiyah.

Diturunkan di kota Mekah sebelum Nabi Muhammad saw. hijrah. Ditinjau
dari urutan wahyu yang diturunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad
saw., Surah Al-Kau£ar merupakan wahyu yang ke-14 setelah Surah Al-
‘Adiyat.
Penamaan Surah Al-Kau£ar berasal dari bunyi akhir ayat pertama
surat itu, Al-Kau£ar. Ada beberapa pendapat yang mengemukakan tentang
makna kata “Al-Kau£ar”.
a. Al-Kau£ar adalah nama sungai di surga. Makna itu menggambarkan
kenikmatan yang akan diperoleh kelak oleh orang-orang yang beriman.
b. Al-Kau£ar adalah keturunan Nabi Muhammad saw.. Sebagaimana
orang-orang kafir mengejek kepada Nabi Muhammad saw. karena
tidak mempunyai anak laki-laki yang akan meneruskan perjuangannya.
c. Al-Kau£ar adalah nikmat yang banyak yang telah diberikan kepada
Nabi Muhammad saw..

 Menyembelih kurban merupakan syukur kepada Allah
Pada masa Nabi Muhammad saw., para penggubah syair cukup banyak.
Mereka berupaya untuk menandingi wahyu Allah yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad saw.. Salah seorang di antara mereka adalah Musailamah.
Ia pernah menggubah syair yang mirip dengan Surah Al-Kau£ar.
Isi syair gubahannya itu adalah: “Sesungguhnya Kami telah
menganugerahkan kepadamu permata-permata, maka salatlah kepada
Tuhanmu dan nyatakanlah.” Namun apa yang telah dilakukan itu justru
mendapatkan cemoohan. Masyarakat Islam pada masa itu menganggap
syair gubahannya sangat buruk. Keinginannya menyaingi Al-Qur’an
gagal, bahkan tidak dapat menandingi surah terpendek sekalipun, seperti
Surah Al-Kau£ar.
Surah Al-Kau£ar mengandung ajaran tentang kewajiban bersyukur
atas nikmat yang telah dilimpahkan Allah swt. Mensyukuri nikmat
Allah bisa dilakukan dengan cara beribadah, seperti salat dan berkurban.
Menyembelih hewan kurban merupakan salah satu sarana bersyukur atas
nikmat yang telah diberikan Allah swt. Di samping itu, surah ini juga berisi
peringatan kepada orang-orang yang suka membenci. Allah akan memutus
rahmat-Nya baik di dunia maupun di akhirat. Dalam surah ini terkandung
isyarat bahwa Nabi Muhammad saw. akan memiliki pengikut yang banyak
sampai hari kiamat.

Surah Al-Kau£ar merupakan surah terpendek dalam Al-Qur’an, yaitu
terdiri atas tiga ayat. Para ulama berpendapat bahwa surah itu merupakan
tantangan terhadap orang-orang yang ragu terhadap kebenaran Al-Qur’an
dan menantang mereka untuk menyusun surah seperti itu.
B. Surah An-Nasr

Surah An-Na¡r mengisyaratkan bahwa tugas Nabi Muhammad saw.
sebagai rasul telah mendekati masa akhir. Bahkan, secara keseluruhan
surah An-Na¡r merupakan surah yang diterima Nabi Muhammad saw.
menelang akhir masa kerasulannya. Meskipun demikian, dalam Al-
Qur’an surat ini ditempatkan pada urutan ke-110. Penempatan itu tentunya
dilakukan Rasulullah saw. berdasarkan petunjuk Allah swt.
Pembahasan surah An-Na¡r berikut ini meliputi kegiatan menyimak
dan membaca, mengartikan per kata, terjemah lengkap dan penerapa.
Pendidikan Agama Islam Kelas IV 66
ilmu tajwid, serta penjelasan isi kandungannya.
1. Kegiatan Menyimak dan Membaca
Guru membimbing siswa cara membaca surah An-Na¡r dengan fasih,
makhraj dan tajwid yang benar.
Siswa mendengarkan dan menyimak bacaan guru, kemudian meniru
bacaan ayat demi ayat. Bunyi bacaan surah An-Na¡r sebagai berikut:2.
Lafal Bunyi Arti
tawwaban Maha penerima tobat

3. Membaca dan Mengartikan
Setelah membaca surah An-Na¡r dengan baik dan mengartikan per
kata, marilah kita baca kembali dan kita pelajari arti setiap ayatnya.
Mempelajari arti surah An-Na¡r sangat penting untuk memahami isi
kandungan di dalamnya.
Perhatikan secara saksama surah An-Na¡r di bawah ini dan hafalkan
ayat beserta artinya.
Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang
1. Apabila telah datang
pertolongan dan
kemenangan,
2. Dan engkau melihat

manusia berbondong-
bondong masuk agama

Allah,
3. Maka bertasbihlah
dengan memuji Tuhanmu
dan mohonlah ampunan
kepada-Nya. Sungguh, Dia
Maha penerima tobat

4. Penerapan Tajwid

Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk memelihara bacaan Al-
Qur’an dari kesalahan dan perubahan.

Pelajaran 6. Al-Qur’an Surah Pendek 69

Lafal Bacaan Alasan

Mad tabi’i

Alif terletak sesudah fathah,
dibaca dua harakat atau dua
gerakan huruf

Mad wajib muttasil Mad tabi’i bertemu hamzah
dalam satu kalimat/kata
Lam mufakhamah Perkataan “Allah” didahului
dengan dammah, dibaca tebal
Lam muraqqaqah Perkataan “Allah” didahului

kasrah, dibaca tipis

Mad iwad

Fathatain yang jatuh pada
waqaf pada akhir ayat, tidak
dibaca tanwin melainkan
dibaca seperti mad tabi’i

Izhar syafawi

Mim sukun bertemu dengan
huruf dal

5. Isi Kandungan
Surah An-Na¡r terdiri atas 3 ayat. Surah An-Na¡r diturunkan di kota
Mekah setelah Nabi Muhammad saw. hijrah. Yaitu ketika Nabi Muhammad
saw. dan para sahabat hendak melaksanakan haji wada’. Surah An-Na¡r
tergolong surah Madaniyyah, meskipun ayatnya pendek-pendek. Surah
An-Na¡r diturunkan sesudah surah At-Taubah. Kata An-Na¡r diambil dari
ayat pertama surah ini yang artinya pertolongan (kemenangan).
Isi kandungan surah An-Na¡r ada dua hal penting yang termuat di
dalamnya, yakni:
a. Janji Allah, bahwa pertolongan-Nya akan datang dan Islam akan
mendapat kemenangan. Dalam surah ini dijelaskan bahwa Rasulullah
saw. dan para pengikutnya dalam perjalanan menuju Mekah untuk
menunaikan ibadah haji yang kemudian dikenal dengan haji wada’.
Bertambahnya jumlah umat muslim serta berkembangnya Islam
merupakan tanda bahwa Allah telah membuktikan janji-Nya
memberikan kemenangan bagi Nabi Muhammad saw. dan umatnya.
Setelah meraih kemenangan, kita harus bersyukur kepada Allah sebab
semua kemenangan datang karena pertolongan dari-Nya.
b. Perintah dari Allah agar bertasbih memuji-Nya, dan meminta ampun
kepada-Nya saat terjadi peristiwa menggembirakan. Surah an-Na¡r ini
merupakan penghibur bagi orang-orang yang beriman sekaligus sebuah
pendidikan istigfar untuk memohon ampunan kepada Allah tidak
hanya patut dilakukan saat merasa kegelisahan atau merasa bersalah,
melainkan seyogianya manusia juga beristigfar ketika memperoleh
kemenangan atau sedang diliputi perasaan suka atau gembira.

C. Surah Al-‘A£r
1. Kegiatan Menyimak dan Membaca
Guru membimbing membaca Surah Al-‘A¡r dengan makhraj dan
tajwid yang benar.
Siswa mendengarkan dan menyimak bacaan guru, kemudian meniru
bacaannya ayat demi ayat. Bunyi bacaan Surah Al-‘A¡r sebagai berikut:
Bismill±hir-ra¥m±nir-ra¥3m(i).

3. Membaca dan Mengartikan
Setelah membaca Surah Al-‘A¡r dengan baik dan mengartikan per
kata, marilah kita baca kembali dan kita pelajari arti setiap ayatnya.
Mempelajari arti Surah Al-‘A¡r sangat penting agar kita dapat memahami
isi kandungan di dalamnya.
Perhatikan secara saksama Surah Al-‘A¡r di bawah ini dan hafalkan
ayat beserta artinya.
Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang
1. Demi masa,
2. sungguh, manusia berada
dalam kerugian,

3. kecuali orang-orang yang
beriman dan mengerjakan
kebajikan serta saling
menasihati untuk kebenaran
dan saling menasihati untuk
kesabaran
4. Penerapan Tajwid
Bacaan izhar qamariyah dan idgam syamsiyah.
Yang dimaksud bacaan izhar qamariyah apabila ada lam ta’rif bertemu
dengan salah satu huruf:

Sedangkan yang dimaksud idgam syamsiyah ialah apabila ada lam
ta’rif bertemu dengan salah satu huruf:

Berikut ini bacaan izhar qamariyah dan idgam syamsiyah yang terdapat
pada surah Al-‘A¡r.
a. Al-Qamariah atau disebut izhar qamariah yaitu al ( ) yang terbaca.
Contohnya:
b. Al ( ) syamsiah atau disebut idgam syamsiah yaitu al ( ) yang
tidak terbaca dan ditandai dengan tanda baca tasydid setelah huruf alif
lam.
Contohnya:

5. Isi Kandungan
Surah Al-‘A¡r terdiri atas 3 ayat. Surah Al-‘A¡r diturunkan di kota
Mekah sesudah Surah Al-Insyirah. Surah Al-‘A¡r tergolong surah
Makkiyah. Kata Al-‘A¡r diambil dari ayat yang pertama, yaitu Al-‘A¡r
berarti masa.
Kata “Al-‘A¡r” banyak diartikan saat menjelang terbenamnya
matahari, dan seringkali diartikan secara mutlak dengan “masa”.
Waktu bersifat netral, dalam arti tidak mempengaruhi hasil akhir
pekerjaan manusia. Yang mempengaruhi adalah kebaikan dan keburukan
usahanya sendiri. Karena itu, manusia tidak boleh menyalahkan waktu.
Islam sendiri tidak mengenal waktu baik atau sebaliknya waktu sial. Baik-
buruknya waktu tergantung pada cara pemanfaatannya. Jika seseorang
memanfaatkan waktu secara maksimal untuk berbuat kebaikan, ia akan
memperoleh keuntungan. Sebaliknya, jika tidak memanfaatkan waktu
sebaik mungkin, ia akan menjadi orang yang merugi.
Waktu harus dimanfaatkan dengan kegiatan yang berguna. Islam
mengajarkan manusia untuk menghargai waktu karena waktu merupakan
“sesuatu yang tidak dapat diperbaiki.” Rasulullah saw. bersabda. “Dua
nikmat yang sering disia-siakan oleh banyak orang adalah kesehatan dan
kesempatan.” (H.R. Bukhari dari Ibnu Abbas).
Secara garis besar Surah Al-‘A¡r menjelaskan untuk bisa memanfaatkan
waktu sebaik-baiknya, kita harus saling menasihati tentang kebaikan,
beriman dan beramal saleh, Orang yang tidak dapat memanfaatkan
waktunya dengan baik termasuk mereka yang merugi.

Wednesday, May 8, 2019

BAB 3 (Kisah Nabi Dan Rasul)

Kisah Nabi dan Rasul 3


Nabi Muhammad saw. adalah nabi dan rasul terakhir. Tidak ada nabi
lagi setelah beliau. Dakwahnya tersebar ke seluruh dunia. Islam yang beliau
bawa kini sampai kepada kita.

Pelajaran 3. Kisah Nabi dan Rasul 25
Mukadimah
Adam adalah manusia pertama yang diutus oleh Allah swt. sebagai nabi dan
khalifah di bumi. Ia ditugaskan untuk mengatur segenap penghuni bumi. Derajat Nabi
Adam lebih tinggi daripada malaikat dan jin.
Nabi Adam adalah bapak umat manusia atau abu basyar. Keturunan Nabi Adam di
dunia terdiri atas berbagai ras dan suku dengan warna kulit dan bahasa yang beragam.
Kalau Nabi Adam merupakan nabi pertama, maka Nabi Muhammad saw.
adalah nabi terakhir. Nabi Muhammad saw. disebut khatamun nabiyyin wal
mursalin. Maksudnya penutup para nabi dan rasul.


A. Kisah Nabi Adam a.s.


1. Asal Mula Penciptaan Nabi Adam a.s.
Nabi Adam a.s. adalah nabi dan rasul yang pertama dalam sejarah Islam. Ia adalah manusia pertama dan merupakan nenek moyang seluruh manusia. Nabi Adam diciptakan dari tanah liat. Kemudian, Allah membentuk sosok seperti manusia.
Artinya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal)  dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (Q.S.Al-Hijr/15: 26). Tanah liat yang berbentuk itu lalu ditiupkan roh ke dalamnya. Atas izin Allah, terciptalah Adam. Adam diciptakan tanpa ayah dan ibu.


2. Malaikat Sujud kepada Adam a.s.
Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud memberi hormat kepada Adam. Semua malaikat sujud menghormati Nabi Adam, kecuali iblis. Ia sombong. Iblis merasa dirinya lebih mulia daripada Nabi Adam a.s. Iblis diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah liat. Allah berfirman, “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis, “Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Q.S. Al-A’raf/7: 12).


3. Iblis Dikutuk Allah swt.
Iblis adalah golongan jin yang mendurhakai perintah Allah. Ia tidak mau bersujud kepada Nabi Adam a.s. Iblis termasuk makhluk yang terkutuk.

Artinya:
Allah berfirman, “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk.” (Q.S. Al-Hijr/15 : 34).
Sejak saat itulah golongan jin tidak boleh lagi tinggal di surga. Iblis keluar dari surga dalam keadaan dikutuk Tuhan. Iblis berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semua.” (Q.S. Al-Hijr/15: 39) Iblis diberi tangguh sampai hari kiamat. Ia diberi kebebasan untuk menggoda Nabi Adam dan Hawa beserta keturunannya. Iblis berusaha
menggoda Adam agar ikut terusir dari surga.


4. Nabi Adam a.s. dan Hawa Tinggal di Surga
Nabi Adam tinggal di surga untuk waktu yang lama. Allah menciptakan seorang wanita dari tulang rusuknya yang bernama Hawa. Nabi Adam dan Hawa hidup di surga sebagai suami istri. Mereka berdua hidup bahagia dan diperbolehkan makan semua makanan dan buah-buahan. Hanya satu
buah yang dilarang untuk dimakan, yaitu buah khuldi.


5. Godaan Iblis terhadap Nabi Adam dan Hawa
Iblis datang menggoda Nabi Adam dan Hawa. Berkali-kali iblis merayu Nabi Adam dan Hawa untuk mendekati “Syajaratulkhuldi”. Artinya pohon kekekalan bila memakan buahnya. Nabi Adam dan Hawa tergoda dengan bujuk rayu iblis. Mereka berdua akhirnya memakan buahnya, yaitu buah khuldi. Allah berfirman

Artinya:
“Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” (Q.S. Al-A’raf/7 : 22)


6. Nabi Adam dan Hawa Diturunkan ke Bumi 


Setelah Nabi Adam a.s. dan Hawa melanggar larangan Allah, mereka diusir dari surga dan diturunkan ke bumi, dipisahkan dengan istrinya. Nabi Adam a.s. diturunkan ke bumi di Gunung Ruhun, di wilayah negara India. Hawa diturunkan di Jedah wilayah negara Arab. Nabi Adam a.s. berusaha untuk mencari Hawa. Nabi Adam a.s. siang dan malam terus berjalan sambil menyebut asma Allah. Ia memohon ampunan atas dosa-dosanya selama lebih kurang 300 tahun.

Artinya:
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami. Sekiranya Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, pasti kami menjadi golongan orang-orang yang merugi.” (Q.S. Al-A’raf/7: 23). Akhirnya, Nabi Adam a.s. bertemu dengan Hawa di Padang Arafah. Di sana terdapat Jabal Ar-Rahmah (Bukit Rahmah). Mereka berdua bersyukur kepada Allah. Allah telah mempertemukan mereka kembali. Nabi Adam dan Hawa hidup rukun di dunia. Mereka menyesali dosa yang telah diperbuatnya. Allah menerima tobat dan mengampuni kesalahan mereka.

7. Nabi Adam dan Hawa Hidup di Dunia
Nabi Adam dan Hawa memulai kehidupan baru di dunia. Mereka menjalaninya dengan suka dan duka. Siang dan malam mereka berusaha untuk bertahan hidup dengan bekerja sebagai petani dan peternak. Mereka berdua hidup sebagai suami istri yang bahagia. Nabi Adam a.s. dan Hawa memiliki banyak anak. Dua di antaranya ialah Habil dan Qabil. Hawa senantiasa melahirkan anak kembar, laki-
laki dan perempuan. Habil lahir bersama dengan Labuda dan Qabil dengan Iqlima. Begitu seterusnya hingga ia melahirkan sebanyak 12 kali.


8. Kisah Pembunuhan Qabil terhadap Habil
Iqlima saudara kembar Qabil. Ia tumbuh menjadi perempuan cantik di antara yang lainnya. Karena pada waktu itu belum ada manusia lain kecuali keluarga Nabi Adam dan Hawa, maka berlaku pernikahan dengan saudara kandung, asalkan tidak dengan saudara kembarnya sendiri. Habil rencananya akan dikawinkan dengan Iqlima dan Qabil dengan Labuda. Qabil menolak. Ia ingin menikahi Iqlima, karena lebih cantik. Karena tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut, Nabi Adam a.s. akhirnya menyerahkannya kepada Allah. Allah menyuruh mereka untuk mengadakan kurban. Orang yang berhak mengawini Iqlima adalah orang yang kurbannya diterima Allah. Habil
berkurban semata-mata hanya untuk mencari rida Allah. Kurban Habil diterima Allah. Kurban Qabil ditolak oleh Allah karena tidak ikhlas. Karena sakit hati, Qabil bersumpah akan membunuh Habil. Sifat iri hati Qabil makin parah, ketika ia dinikahkan dengan Labuda. Habil dinikahkan dengan Iqlima yang cantik wajahnya. Qabil tergoda iblis untuk melaksanakan niat jahatnya. Qabil berhasil
membunuh. Sebenarnya Habil bisa saja melawan Qabil. Namum, ia tidak melakukannya karena takut kepada Allah. Habil telah mengingatkan Qabil. Pembunuhan merupakan perbuatan aniaya yang menjerumuskannya keraka. Hawa nafsu telah membutakan hati Qabil. Ia tetap melaksanakan
niatnya untuk membunuh Habil. Qabil dikutuk oleh Allah sebagai orang yang merugi karena berbuat zalim. Setelah membunuh Habil, Qabil kebingungan. Ia tidak tahu apa yang dilakukan terhadap jenazah saudaranya itu. Tiba-tiba, ia melihat dua ekor burung gagak sedang berkelahi. Seekor mati terbunuh. Burung gagak yang masih hidup menggali lubang di tanah, lalu mengubur bangkai lawannya. Qabil menguburkan Habil sesuai dengan petunjuk burung gagak itu. Dari peristiwa itulah jenazah manusia selalu dikuburkan.

1. Pergilah ke perpustakaan di sekolahmu dan carilah buku sejarah Nabi
dan Rasul!
2. Bacalah kisah Nabi Adam as, kemudian ceritakanlah kembali kisah Nabi
Adam tersebut!
3. Buatlah cerita ringkasan dari kisah Nabi Adam a.s. tersebut!


B. Kisah Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus Allah. Nabi Muhammad diutus Allah sebagai rahmat seluruh alam.


1. Silsilah Nabi Muhammad
Nabi Muhammad adalah putra Abdullah bin Abdul Mutalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushasy bin Qilab. Ibunya, Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Qilab. Ketika Nabi Muhammad lahir, ayahnya, Abdullah telah meninggal dunia.


2. Tahun Gajah
Ada suatu peristiwa yang mendahului kelahiran Nabi Muhammad. Pasukan bergajah yang dipimpin Raja Abrahah menyerbu Kota Mekah. Mereka ingin menghancurkan Kakbah. Raja Abrahah ingin mengambil alih peranan Kota Mekah dengan Kakbahnya. Sebelumnya, Raja Abrahah sudah membangun Al-Qulles, sebuah rumah ibadah megah di Yaman. Hal itu untuk menyaingi Kakbah. Bertepatan dengan peristiwa inilah Nabi Muhammad dilahirkan. 

Pada masa kelahiran Nabi Muhammad, Kakbah di Mekah dikelilingi oleh patung-patung berhala. Ada sekitar 300 buah berhala di sekitar Kakbah. Ketika tentara Abrahah ingin merobohkan Kakbah, Allah menghancurkan mereka dengan mengirimkan burung ababil. Nabi Muhammad saw. dilahirkan di Kota Mekah. Tepatnya, pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Hari itu bertepatan dengantanggal 20 April 571 Masehi. Ayahnya, Abdullah, wafat sebelum Nabi Muhammad lahir. Ketika berusia 6 tahun, ibunya, Aminah wafat. Nabi Muhammad menjadi yatim piatu. Ibunya meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari Yatsrib setelah berziarah ke kuburan suaminya. Nabi Muhammad diasuh Abdul Mutalib. Sebelum Nabi Muhammad berusia 8 tahun, kakeknya wafat.
Pamannya, Abu Talib, lalu mengambil alih tanggung jawab mengasuh Nabi Muhammad saw..


3. Tanda Kenabian
Pada usia 5 bulan ia sudah bisa berjalan. Pada usia 9 bulan, beliau sudah dapat berbicara. Pada usia 2 tahun, beliau sudah bisa menggembala kambing bersama anak-anak Halimah, ibu susuannya. Pada usia 2 tahun inilah ia didatangi oleh dua malaikat. Kedua malaikat yang menjelma manusia itu membuka baju Muhammad. Mereka membelah dadanya dan menyiramkan air ke dalamnya. Hatinya dibersihkan dari sifat jahat. Kemudian, menutup kembali tanpa bekas ataupun luka sedikit pun.


4. Pendeta Buhairah
Sesudah Abdul Mutalib meninggal dunia, Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Talib. Abu Talib adalah seorang yang kurang mampu. Akan tetapi, berkat mengasuh Nabi Muhammad, penghidupan Abu Talib semakin mapan, ternaknya banyak dan anggota keluarganya senantiasa
sehat. Pada usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw. mengikuti kafilah pamannya ke Suriah. Sepanjang perjalanan di gurun, mereka dinaungi awan sehingga tidak kepanasan. Di Busra, kafilah ini bertemu dengan seorang pendeta Kristen bernama Buhairah. Pendeta itu meyakini bahwa Muhammad
adalah calon nabi yang ditunjuk Allah. Pendeta itu berkata kepada Abu Talib, “Siapakah nama keponakanmu itu?” “Muhammad”, jawab Abu Talib. Kepada Abu Talib, Buhairah berpesan, “Anak ini nanti akan mempunyai pengaruh besar, oleh karena itu bawalah pulang segera. Jagalah dari gangguan orang-orang Yahudi.” Abu Talib pun membawa kembali pulang Nabi Muhammad dan menjaganya baik-baik.

BAB 2 (Mengenal Sifat Jaiz Bagi Allah)

Sifat Jaiz Bagi Allah

Pengertian Sifat Jaiz Bagi Allah SWT.
Allah swt selain memiliki sifat wajib dan mustahil juga memiliki sifat jaiz. Menurut arti bahasa jaiz artinya boleh. Yang dimaksud dengan sifat jaiz bagi Allah swt. yaitu sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada pada Allah. Sifat jaiz ini tidak menuntut pasti ada atau pasti tidak ada. Sifat Jaiz Allah hanya ada satu yaitu Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu, artinya memperbuat sesuatu yang mungkin terjadi atau tidak memperbuatnya. Maksudnya Allah itu berwenang untuk menciptakan dan berbuat sesuatu atau tidak sesuai dengan kehendak-Nya.


Penjelasan
Jaiz pada sifat Allah SWT berarti “mungkin” ada yaitu sesuai sifat Allah SWT Iradat yang berarti berkehendak dengan sifat Iradah-Nya sehingga segala sesuatu bersifat mungkin dan tidak mustahil bagi-Nya. Secara syari'at dinyatakan bahwa “manusia punya kehendak, tapi kehendak Allah-lah yang akan berlaku”, “Nyatanya iaradat Allah pada nafsu kita, kalau tidak berkehendak nafsu kita, tidak nyata iradat Allah itu, karena iradat nafsu kita dengan iradat Allah SWT.
Dalam kajian “ Hakikat Tauhid ” ini kita dapat memahami bahwa sifat jaiz pada Allah terbagi atas 4 kelompok dengan nama masimg – masing yaitu:

1. Mungkin Pada Masa Lalu (Wajadda Wa'angqoda)
Mungkin pada masa lalu ini adalah seperti mungkin pada masa nenek moyang atau leluhur kita termasuk didalmnya asal usul dan segala hal yag berhubungan dengannya. Dalam mungkin wajadda wa'angqoda ini pemahaman kita adalah bahwa sifat Qudrat dan Iradat Allah memberi bekasa pada setiap ciptaannya “ Taksyariyah ”.

2. Mungkin Pada Saat Ini ( Maujudat)
Mungkin pada saat ini adalah seperti bumi dan langit beserta isinya termasuk didalamnya munkgin yang dikatakan Alien itu ada dan mungkin aja tidak ada. Dalam mungkin Maujudad ini pemahama kita bahwa sifat Qudrat dan Iradat Allah beserta dengan ciptaan-Nya dalam arti meliputi “ Ma'iyah ”.

3. Mungkin Pada Masa Datang (Sayujad)
Mungkin pada masa akan datng seperti akan adanya anak – anak cucuc seperti keturunan kita. Dalam mungkin Sayujad ini pemahaman kita segala sesuatu yang akan datang itu merupakan penetapan dan hukum atau sebab dari Qudrat dan Iradat Allah “ Hukmiyah ”.

4. Mungkin Dalam Ilmu Allah ( 'Alimullahu annahu lam yu jad)
Mungkin dalam ilmu Allah berarti tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah apabila Dia berkehendak dengan atau tanpa sebab hukum syri'at diterima atau tidak oleh akal seperti Allah SWT. Menciptakan manusia berkepal tujuh ataupun memasukkan orang kafir kedalan surga semua itu mungkin terjadi karena Allah adalah Zat yang maha kuasa atas segala sesuatu. Dalam mungkin 'Alimullahu annahu lam yu jad ini pada pemahaman kita adalah Qudrat dan Iradat Allah yang memberi kekuatan dan yang menguatkan ciptaannya “ Qawiyah ”.
Dengan selesainya kajian sifat Mungkin atau Jaiz pada Allah, maka lengkaplah sifat – sifat Allah menjadi 41 sifat yang terdiri atas :

20 sifat yang waji pada Allah
20 sifat yang mustahil bagi Allah
1 sifat Jaiz atau Mungkin bagi Allah.


Hikmah Beriman Pada Sifat Jaiz
Dengan mengimani sifat jaiz Allah akan meningkatkan keimanan kita bahwa Allah maha sempurna tanpa kekurangan apapun. Walaupun Allah memiliki kebebasan untuk bernuat apa saja, namun Allah tidak akan berbuat sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat bagi manusia. Misalnya Allah menciptakan sakit bagi manusia, ternyat ada hikmahnya bagi manusia, ilmu kedokteran semakin berkembang. Allah menciptakan nyamuk pasti ada hikmahnya yaitu, agar manusia menjaga kebersiahan baik dirinya sendiri ataupun lingkungannya dan juga lapangan kerja akan semakin terbuka diperusahaan obat nyamuk. Yang mana pada ahirnya bisa memmbuka lowongan kerja bagi manusia yang nantinya akan memberikan penghasilan bagi manusia sendiri yang mana penghasilan itu bisa digunakan untuk kebutuhan hidupnya dan juga untuk mengabdi pada Allah. Dan juga kamu bisa mengkontekstualisasikan dengan terjadinya gempa di Padang. Derngan kejadian itu kita pastinya akan ada hikmahnya tersendiri. Yang mana hal itu terjadi karena dimotori oleh sifat Jaiz Allah itu sendiri.

BAB 1 (Membaca Surah-surah pendek Al-qur'an)



Membaca Surah-surah 1 Al-Qur’an

Perhatikan Zaki dan teman-temannya. Mereka sedang belajar membaca
Surah Al-F±ti¥ah dan Surah Al-Ikhl±¡. Mereka memerhatikan penjelasan
guru dengan saksama. Mereka bersungguh-sungguh untuk mempelajari
Surah Al-F±ti¥ah.
Bagaimana dengan kamu, apakah kamu juga bersungguh-sungguh untuk
belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an?
Gambar : 1. Pak Ahmad mengajari membaca dan mengartikan surah pendek

Pendidikan Agama Islam Kelas IV 2
Membaca Al-Qur’an secara tartil dan fasih selama 5 sampai 10 menit

Surah Al-Fatikhah



بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1. Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pengasih, Maha
Penyayang



2. Segala puji bagi Allah, Tuhan
semesta alam,

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

3. Yang Maha Pengasih, Maha
Penyayang




الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

4. Pemilik hari pem balasan.

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

5. Hanya kepada Engkau-lah
kami menyembah dan hanya
kepada Engkaulah kami mohon
pertolongan.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

6. Tunjukilah kami jalan yang
lurus.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ

7. (yaitu) jalan orang-orang yang

telah Engkau beri nikmat ke-
padanya, bukan (jalan) mereka
yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat




صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ




Pelajaran 1. Membaca Surah-surah Al-Qur’an 3
Mukadimah


Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
saw. dengan perantara Malaikat Jibril. Setiap kali Nabi Muhammad saw. menerima
wahyu, para sahabat berkumpul mengelilingi beliau. Mereka menanyakan dan
menghafalkannya. Nabi Muhammad saw. membacakan ayat demi ayat. Setelah
cukup satu surah, Nabi Muhammad saw. lalu menamai surah itu serta menjelaskan
urutan masing-masing ayat.
Hal ini berlangsung selama Nabi Muhammad saw. hidup. Isi kitab suci itu
akhirnya dapat disebarluaskan melalui para sahabat. Sebagian besar sahabat
menghafal isi Al-Qur’an. Selain dihafal, ayat-ayat Al-Qur’an juga ditulis oleh
para sahabat.
Pada masa Usman bin Affan, Al-Qur’an baru berhasil dibuat mushaf. Mushaf
itu dikenal dengan Mushaf Usmani, sebagaimana yang banyak berkembang
sekarang ini. Al-Qur’an diawali dengan Surah Al-F±ti¥ah. Begitu pentingnya isi
kandungan Surah Al-F±ti¥ah sehingga ditempatkan pada urutan pertama.
A. Surah Al-fatikhah




Pembahasan Surah Al-F±ti¥ah berikut ini meliputi kegiatan me nyimak
dan membaca, mengartikan per kata, terjemah lengkap dan penerapan
ilmu tajwid, serta penjelasan isi kandungannya.
1. Kegiatan Menyimak dan Membaca
Guru membimbing siswa melafalkan Surah Al-Fatikhah dengan
makhraj dan tajwid yang benar. Siswa mendengarkan dan menyimak
bacaan guru. Setelah itu, siswa menirukan bacaan guru ayat demi ayat.

2. Kosakata
Sebelum mengartikan Surah Al-Fikhah, terlebih dahulu akan kita
pelajari arti setiap kata dan cara membacanya.

3. Membaca dan Mengartikan
Setelah memahami arti per kata, mari kita baca dan kita pelajari arti
setiap ayatnya.
Perhatikan secara saksama Surah Al-Fatikhah berikut ini, kemudian
bacalah ayat demi ayat dan artinya.

Pelajaran 1. Membaca Surah-surah Al-Qur’an 7
4. Penerapan Tajwid

Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari tata cara membaca Al-
Qur’an dengan baik dan benar. Mempelajari ilmu tajwid hukumnya

fardhu`ain. Berikut ini di antara hukum bacaan yang terdapat dalam Surah
Al-Fatikhah Al-Qamariah atau disebut izhar qamariah, yaitu al ( ) yang terbaca.
Contoh:
b. Al ( ) syamsiah atau disebut idgam syamsiah, yaitu al ( ) yang
tidak terbaca. Biasanya ditandai dengan tanda baca tasydid setelah
huruf alif lam.
Contoh:
c. Izhar halqi yaitu nun sukun bertemu dengan huruf ‘ain ( ). Cara
membacanya adalah nun sukun dibaca jelas.
Contoh:
5. Isi Kandungan
Al-Fatikhah berarti pembukaan. Surah Al-Fatikhah terdiri atas tujuh
ayat. Surah Al-Fatikhah merupakan inti sari
dari seluruh isi kandungan Al-Qur’an.
Surah Al-Fatikhah diturunkan di Kota
Mekah atau disebut surah Makiyah. Nama
lain dari Surah al-Fatikhah adalah Ummul
Qur’an (induk Al-Qur’an) dan As-sab’ul
masani (tujuh yang berulang-ulang)
Keistimewaan dari Surah Al-Fatikhah adalah surah yang paling sering dibaca
oleh umat Islam. Kita membaca Surah
Al-Fatikhah 17 kali sehari semalam dalam
melaksanakan salat wajib. Salat dianggap tidak sah bila tidak membaca Surah Al-
Fatikhah, Nabi Muhammad saw. bersabda. Gambar : 1.1. Surah Al-Fatikhah
wajib di baca setiap sholat

a orang yang tidak membaca Surah Al-Fatikhah.” (HR.
Muslim dari Ubadah bin Samit No.595).
Ada lima ajaran pokok dalam Surah Al-Fatikhah ,

yakni tauhid (ayat 1, 2,dan 4), janji (ayat 3 dan 6), ancaman (ayat 3 dan 6), ibadah (ayat 4 dan 5),
dan sejarah masa lalu (ayat 7). Ada empat sifat Allah, yaitu Maha Pencipta
(Rabb), Maha Pengasih (Ar-Rahman), Maha Penyayang (Ar-Rahim) dan
Maha Menguasai (Al-Malik). Ada tiga golongan manusia, yaitu orang
yang dianugerahi nikmat oleh Allah, orang yang dimurkai oleh Allah, dan
orang yang tersesat jalan hidupnya.

1. Tulislah kembali Surah Al-Fatikhah beserta artinya pada selembar kertas!
2. Serahkan hasil tulisanmu kepada Bapak atau Ibu Guru!
3. Bacakanlah hasil tulisanmu di depan kelas!

Allah Mahasuci dan Mahatinggi berfirman, “Aku telah membagi Al-Fatikah menjadi dua bagian, untuk-Ku dan untuk hamba-Ku. Separuh untuk-Ku
dan separuh untuk hamba-Ku dan hamba-Ku akan mendapat bagian dari
permohonan yang diucapkannya.” Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah!
Bila hamba membaca, Al-hamdulillahi rabbil ‘alamin.Allah ta’ala menyahut,
Hamba-Ku memuji-Ku. Bila hamba membaca, Ar-rahmanir rahim. Allah
ta’ala menyahut, Hamba-Ku menyanjung-Ku. Bila hamba membaca, Maliki
yaumid-din. Allah ta’ala menyahut, Hamba-Ku memuliakan-Ku. Bila hamba
membaca, Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Allah ta’ala menyahut, Ini
bagian-Ku dan bagian hamba-Ku dan hamba-Ku akan mendapat apa yang
dimintanya. Bila hamba membaca, Ihdinas-siratal mustaqim, siratal lazina
an’amta ‘alaihim gairil magdubi ‘alaihim wa lad-dallin. Allah menyahut,
Itu adalah hak hamba-Ku, dia akan mendapat apa yang dimintanya.” (H.R.
Muslim No.598)


B. Surah Al-Ikhlas


Pembahasan Surah Al-Ikhlas berikut ini meliputi kegiatan menyimak

Pelajaran 1. Membaca Surah-surah Al-Qur’an 9
dan membaca, mengartikan per kata, terjemah lengkap dan penerapan
ilmu tajwid, serta penjelasan isi kandungannya.


1. Kegiatan Menyimak dan Membaca
Guru membimbing siswa cara melafalkan Surah Al-Ikhlas dengan
makhraj dan tajwid yang benar. Siswa mendengarkan dan menyimak
bacaan guru, kemudian meniru bacaannya ayat demi ayat.

2. Kosa Kata
Sebelum mengartikan Surah Al-Ikhl±¡, akan kita pelajari lafal setiap
kata, cara melafalkan, dan arti per lafal.
Lafal Bunyi Arti

wa lam dan tidak
yÀlad diperanakkan
wa lam dan tidak
yakun ada
lahÀ bagi-Nya
kufuwan setara/kesetaraan
a¥adun dengan seorangpun

3. Membaca dan Mengartikan
Setelah kita membaca Surah Al-Ikhlas dengan baik dan mengartikan
per kata. Sekarang, kita baca kembali dan kita pelajari arti setiap ayatnya.
Perhatikan secara saksama Surah Al-Ikhl±¡ berikut ini dan hafalkan
ayat serta artinya.
Dengan nama Allah Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang



بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


1. Katakanlah (Muhammad),
“Dia-lah Allah, Yang Maha
Esa.



قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ



2. Allah tempat meminta segala
sesuatu.



اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ



3. (Allah) tidak beranak dan tidak
pula diperanakkan.



لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ



4. Dan tidak ada sesuatu yang
setara dengan Dia.”


وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

D. Penerapan Ilmu Tajwid

Pelajaran 1. Membaca Surah-surah Al-Qur’an 11
No. Hukum Bacaan Alasan Contoh
1. Idgam Syamsiyah Alif lam bertemu
dengan huruf sad
2. Qalqalah Sugra Huruf dal dibaca
mati karena aslinya
sukun

3. Izhar Halqi Fathatain bertemu
dengan huruf alif
4. Idgam Bilagunnah Nun sukun bertemu
dengan huruf lam
5. Izhar Syafawi Mim sukun bertemu
dengan huruf ya

5. Isi Kandungan
Surah Al-Ikhlas terdiri atas 4 ayat. Ayat ini merupakan surah ke-112
dalam Al-Qur’an dan tergolong surah Makiyah (surah yang diturunkan
di Mekah). Dinamakan Surah Al-Ikhlas karena surah ini sepenuhnya
menerangkan tentang kemurnian ke-Esaan Allah swt. Surah Al-Ikhlas
menolak segala bentuk kemusyrikan. Allah Maha Esa, baik esa dalam zat,
sifat, dan pekerjaan-Nya, dan tidak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya.
Turunnya surah ini menerangkan bahwa Tuhan yang disembah oleh
Nabi Muhammad saw. serta pengikutnya tidak sama dengan tuhannya
kaum Quraisy. Sebagian orang musyrik bertanya kepada Rasulullah saw.
tentang jenis zat yang disembah, lalu Allah menurunkan surah ini.
Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat, “Apakah salah

seorang di antaramu lemah (tidak mampu) untuk membaca sepertiga Al-
Qur’an dalam satu malam?” Hal itu dirasa berat oleh mereka dan mereka

berkata kepada beliau, “Siapakah di antara kita yang kuat untuk itu wahai
Rasulullah?” Beliau bersabda, “Qul huwallah hu akhad , membandingi
sepertiga Al-Qur’an.”

1. Tulislah kembali Surah Al-Ikhlas beserta artinya pada selembar kertas!

Pendidikan Agama Islam Kelas IV 12
2. Serahkan hasil tulisanmu kepada Bapak atau Ibu Guru di kelas!
3. Bacakanlah hasil tulisanmu di depan kelas!

Nabi Muhammad saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima
suatu amal perbuatan, kecuali yang murni (ikhlas) dan hanya mengharap
rida-Nya.” (H.R. An-Nasa’i No.3089)

Khairukum man ta’allamal-qur’ana wa ‘allamahu
Artinya:
Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.
(H.R. Bukhari dari Usman No. 4639)

A. Surah Al-Fatikhah

Al-Fatikhah artinya pembukaan. Surah Al-Fatikhah terdiri atas tujuh ayat
sebagai surah pembuka dalam Al-Qur’an. Surah Al-fattikhah merupakan
inti sari dari seluruh isi kandungan Al-Qur’an.
B. Surah Al-Ikhlas

Surah Al-Ikhlas terdiri atas 4 ayat. Surah ini merupakan surah ke-112 dalam
Al-Qur’an dan tergolong surah Makiyah (surah yang diturunkan di Mekah).
Dinamakan Surah Al-Ikhlas karena surah ini sepenuhnya menerangkan
tentang kemurnian keesaan Allah swt dan penolakan terhadap segala bentuk
kemusyrikan. Allah Maha Esa, baik esa dalam zat, sifat, dan pekerjaan-Nya,
dan tidak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya.

Thursday, May 2, 2019

Materi Akhlak Terpuji



PERILAKU TERPUJI DAN MACAM-MACAM PERILAKU TERPUJI



A. Pengertian Perilaku Terpuji
Perilaku terpuji adalah segala sikap, ucapan dan perbuatan yang baik sesuai ajaran Islam. Kendatipun manusia menilai baik, namun apabila tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka hal itu tetap tidak baik. Sebailiknya, walaupun manusia menilai kurang baik, apabila Islammeyatakan baik, maka hal itu tetap baik.
Kita sebagai umatnya tentunya ingin dapat mengikuti apa yang terjadi tuntutan rasulullah dalam kehidupan sehari-hari sebagai suritauladan manusia.
Orang yang baik akhlaknya tentunya didalam pergaulan sehari-hari akan senantiasa dicintai oleh sesama, dan tentunya mereka kelak dihari kiamat akan masuk surga bersama dengan nabi saw. Sebagaimana beliau bersabda dalam hadisnya yang artinya sebagai berikut:
Sesungguhnya (orang) yang paling aku cintai diantara kalian dan orang yang paling dekat tempatnya dariku pada hari kiamat adalah oarang yang paling baik budi pekertinya diantara kalian”.

B. Perilaku Terpuji Terhadap Lingkungan Sosial

Manusia diciptakan Allah swt sebagai makhluk sosial artinya manusia selalu berhubungan dan membutuhkan bantuan orang lain. Oleh karena itu, dalam bergaul dengan orang lain harus diperhatikan norma-norma yang ada sehingga pergaulan antar masyarakat akan berlangsung dengan harmoni. Denagn demikian setiap manusia dituntut untuk berperilaku terpuji dalam hubungan dengan orang lain dilingkungan sosialnya tanpa membedakan status sosialnya, agama, maupun keturunannya. Rasulullah bersabda: “Engkau belum disebut sebagai orang yang beriman kecuali engkau mencintai orang lain sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri.

C. Macam-macam perilaku Terpuji

1. Ta’aruf

Ta’aruf dapat di artikan saling mengenal, saling mengetahui manusia satu dengan manusia lain. Saling kenal mengenal tersebut harus didasari dengan kemanusiaan, persaudaraan kecintaan serta ketakwaan kepada Allah swt . tanpa membedakan ras, keturunan, warna kulit, pangkat jabatan maupun agama. Dalam ta’aruf perbedaa-perbedaan itu harus kita jauhkan dan di ganti dengan kasih sayang.

2. Tafahum

Tafahum artinya saling memahami keadaan seseorang, baik sifat watak maupun latar belakang seseorang.

3. Jujur

Benar atau jujur artinya sesuainya sesuatu dengan kenyataan yang sesungguhnya, tidak saja berupa perkataan tetapi juga perbuatan. Dalam bahasa arab benar atau jujur disebut sidiq (ash shidqu). Benar atau jujur perkataan artinya mengatakan sesuatu keadaanya yang sebenarnya, tidak mengada-ngada dan tidak pula menyembunyikan. Akan tetapi, apabila yang disembunyikan itu suatu rahasia atau menjaga nama baik seseorang, maka itu diperbolehkan. Benar atau jujur dalam perbuatan ialah melaksanakan suatu pekerjaan sesuai dengan aturan atau oetunjuk agama. Apabila menurut agama itu diperbolehkan, maka itu benar, dan apabila perbuatan itu menurut agama dilarang, berarti perbuatan itu tidak benar.

4. Adil

Adil menurut istilah agama adalah sama dalam segala urusan dan menjalankan sesuai dengan ketentuan agama. Dengan kata lain, adil adalah mengerjakan yang benar dan menjauhkan yang batil.
5. Amanah
Secara bahasa, amanah adalah kepercayaan, kesetiaan atau ketulusan hati. Berdasarkan istilah, amanah adalah sesuatu yang dititipkan kepada pihak lain sehingga menimbulkan rasa aman bagi pemberinya, dan sebaliknya, pihak penerima memelihara amanah dengan baik.

6. Tasamuh

Tasamuh dapat diartikan sebagai lapang dada, yaitu sikap tidak terburu-buru menerima atau menolak saran atau pendapat orang lain, sekalipun hal tersebut menyangkut pada masalah agama, akan tetapi dipikirkan dalam-dalam dipertimbangkan masak-masak baru menetapkan sikap.

7. Toleransi

Secara bahasa toleransi artinya bersabar, menahan diri dan membiarkan. Toleransi menghendaki agar kerukunan hidup diantara manusia yang bermacam-macam paham, keyakinan dapat terhindar dari sifat-sifat kaku, bahkan menjurus pada sikap-sikap permusuhan.

8. Ta’awun

Ta’awun artinya tolong menolong. Manusia tidak dapat berbuat banyak kalau seorangdiri, apalagi untuk kepentingan orang banyak. Karena manusia tidak dapat hidup sendiri maka manusia memerlukan bantuan atau pertolongan orang lain, bahkan harus mengikat kerjasama dengan orang lain.
Berikut ini adalah video perilaku terpuji yang harus kita tiru didalam kehidupan sehari-hari, semoga bermanfaat untuk kita semua.